Follow me on Twitter RSS FEED
Showing posts with label My Poem. Show all posts
Showing posts with label My Poem. Show all posts

Proposal Hidup

Posted in
Tulislah keinginanmu
Maka Tuhan akan tahu apa keinginanmu
Karena setidaknya engkau menunjukkan kepada-Nya
Tentang seluruh doa yang kau panjatkan pada-Nya

Tulislah keinginanmu
Maka Tuhan akan yakin bahwa kau sedang berjuang
Untuk mencapai cita-cita yang telah kau pasang
Di dalam lubuk hatimu

Tulislah keinginanmu
Tidak peduli tiga,lima bahkan sepuluh tahun mendatang
Karena sesungguhnya itu adalah salah satu bentuk ikhtiarmu
Agar harapanmu terwujud di masa mendatang

Tulisalah keinginanmu
Dalam sebuah kertas dan tempelkanlah ia
di tempat di mana engkau selalu melihatnya
Jadikan tulisan hidupmu sebagai rancangan hidupmu
Yang kau sodorkan kepada-Nya
Dan buktikan pada-Nya bahwa engkau benar-benar bertekad
Untuk menjalankan rancangan tersebut
Sehingga pada akhirnya, Ia kabulkan proposalmu di masa mendatang

Cukup

Posted in
Cukup sudah rasanya aku terkekang dan terbelenggu
Di dalam gelap yang tak berunjung
Penuh dengan kepengapan yang menusuk jantung
Sehingga yang bisa kulakukan hanya menunggu

Cukup sudah untuk ku tahan luapanku
Akan sejuta rasa yang tak kuluapkan
Ke dalam butir-butir kata dan tulisan
Sehingga sampai saat ini kusegel asaku

Cukup
Cukup
Cukup kurasakan saat ini saja
Rasa ingin memulai kembali

Wahau engkau pemiliki hati yang gundah ini
Kembalikanlah asaku untuk kembali merangkai
Kata-kata indah berupa pesanku
Kepada dunia dalam rangkaku beramal kepada-Mu 

Kabar Dari Paman Sam

Posted in
Sudah lama aku tidak membuka
Sebuah kotak surat di depan layar
Yang membuatku seperti bertatap muka
Di depan layar dengan cepat, serasa berlayar

Kubuka kotak surat tersebut
Dan kutuliskan sebuah kabar baginya
Yang saat itu sedang tinggal sambil menunggu tuk menyambut
Paman sam yang menjadi impiannya


Ketika ku menunggu surat dari anak tersebut
Lewatlah sebuah kicauan burung biru
Yang mengantarkanku kepada sebuah kabut

Di dalamnya aku melihat berbagai tulisan
Yang saling berkicau memberi kabar
Dan aku yakin saat inilah aku akan mengabarkan
Hai kawan, bagaimana kabar dirimu di sana

Waktu Yang Berputar

Posted in
Tik...tok...tik...tok...
Begitulah bunyi jarum jam tuaku...
Kayunya runtuhh ke tanah bagai rambut yang rontok...
Yang semakin lama terihatlah kumpulan paku-paku...

Tik...tok...tik...tok
Bunyinya sangat keras sekali
Berkaca diriku di depan kaca dan kulihat rambutku telah rontok
Tak menyisakan rambut sama sekali...

Aku pun bergeser ke arah meja tuaku
Di dalam kota kaca aku terlihat lebih bugar daripada sekarang
Aku hanya memandang dari kursi jalanku
Yang membantuku berjalan untuk sekarang

Sayang...
Ketika kuiingat semua...
Aku sudah pikun dan ternyata menua sekarang
Dan ta terasa aku sekarang menua

Sayang...
Waktu tak bisa kuputar kembali...
Aku akan menjadi tulang belulang
Dan akan menjadi tanah kembali...

Instrumental

Posted in
Malam ini bagiku terasa sepi
Jalanan tak ramai berlalu lalang
Hanya terdengar suara belalang
Berdendang bersama, mengikis sepi

Kukeluarkan gitar kuning akustikku
Yang menemaniku di malam hari
Di tempat yang memang sepi untukku
Dan semua angin menerpaku sambil berlari

Kupetik jariku diatas gitar akustikku
Jariku menari seakan berada diatas panggung
yang menghasilkan suara yang membuat orang terpaku
Berdiri ketika selesai sampai menjangkung

Kupetik jari-jari manisku
Di atas gitar akustikku
Bermain penuh perasaan
Aku terasa melayang ke dunia impian

Kualunkan nada gitar tanpa suaraku
Kubiarkan nada instrument itu menemaniku
Meski aku hanya menggunakan gitar kuningku
Aku merasa semua menjadi tenang di sekitarku

Dan aku rasa....
Sunyi itu tak hanya menemaniku...
Melainkan bersama alunan nada instrumen akustikku


Sekejap dan akhirnya mati

Posted in
Sekejap semuanya hilang
Hilang, dan menjadi lenyap
Lenyap, dan menjadi sunyi
Dan sunyipun, menjadi hilang

Sekejap semuah menjadi hancur
Hancur, dan semua lebur
Lebur, dan semua mengaburkan pandangan
Dan pandanganpun menjadi bayangan

Sekejap aku rasa mati
Mati dan terkubur
Yang terkubur menjadi tersungkur
Yang tersungkur di tanah dan mati


Binasa Dalam Rindu

Posted in

Aku hanya terbengkalai dalam rindu,

yang membuatku mabuk di dalam arak bercampur madu

yang membuat jiwa dan hatiku hilang

tak berbekas bagai air mengikis karang


Aku hanya terdiam di dalam kebisuan

akan segala kebenaran yang terbengkalai oleh kekuasaan

Kedzaliman membuat kebutaan

Di dalam sebuah proses menuju kebinasaan


Aku hanya terdiam didalam kegelapan

yang melumatkan segalanya

Semua impian yang aku impikan

Hilang segalanya bagai kegagalan membuat karya


Aku hanya bergelut di dalam kehampaan

Membuatku tak bisa bangkit tuk hadapi semua ini

Membuat hatiku menjadi besi karatan

yang membuatnya lapuk dan hancur menjadi serpihan besi


For Kak Afi... ^^

Kenangan

Posted in

Memandang, mengadah ke langit biru diatas

Memancing emosi untuk mulai mengingat

Memendam rindu dalam hati berlukis alas kertas

Mencari segala sesuatu kenangan yang menjadi berkat



Hanya Sebongkah Tulisan

Posted in
Jujur saja...
Saat ini aku sedang bingung dan bingung
Entah pikiranku pergi kemana saja
Sehingga, raut wajah berfikirku seperti orang yang berkabung

Jujur saja...
Pikiranku hilang entah kemana
Ketika kuberhadapan dengan batu pahat dari baja
Hilang entah di mana ia berada

Tapi itu juga bohong
Karena aku menemukan sebongkah es
Yang kutemukan di dalam lorong
Hati dan pikiran yang kosong kukira

Tapi itu juga bohong
Ternyata aku memahat si lorong es
Menjadi sebuah pahatan tulisan
Ya, hanya sebuah tulisan di dalam pahatan

Aku Tahu

Posted in
Hey kawan...
Betapa indahnya dunia ini
Ketika aku merasakan indahnya awan
yang putih yang menghiasi duniaku ini

Hey kawan...
Ingatkah bahwa
Kita sampai sekarang masih berhubungan
Meski engkau beda daerah, tapi satu jawa

Hey kawan...
Aku ingin nyanyikan satu lagu untukmu
Mungkin bisa jadi ini sebuah perpisahan
Tapi yang aku harap, engkau selalu mengingatku
Dan begitupula aku akan selalu mengingatmu

Sebuah Tangisan

Posted in
Dahulu aku yang melihat mereka
Dahulu aku yang mencontoh mereka
Dahulu aku yang merasakan wibawa mereka
Dahulu aku yang kagum kepada mereka
Dahulu aku yang ingin seperti mereka
Dahulu aku yang tak henti-hentinya berharap
bisa seperti mereka

Sekarang...
Aku menjadi satu barisan seperti mereka
Menjadi ujung pedang
Tuk berujuang di dunia yang sudah penih murka
dan kebencian

Aku tahu ini sulit
Tapi, mereka semua mendukungku
Mereka berkata "engkau selalu bersama langit"
Mereka juga berkata "kami berjuang bersamamu"

Saat itu aku menangis
Karena aku tak yakin aku bisa
Tapi keraguan dan ketakutanku mereka tepis
Mereka katakan bahwa aku bisa

Aku semakin menangis
Ketika mereka katakan majulah ke depan
Lihatlah mereka yang berharap besar kepadamu,
untuk berada di garis depan
Jangan kau menangis
Jangan kau menangis
Jangan kau menangis
Itulah yang mereka katakan ketika aku menangis

Sekejap, mereka katakan
"tangisanmu itu adalah emas di masa depan"
Jadi, janganlah engkau menangis didepan mereka
Tunjukkan aku siap bergerak bersama
Mereka...
Dan aku memeluk mereka semua
yang menguatkan hatiku

Sebuah Harapan Tubuh Tanpa Arwah

Posted in
Aku ingin terbang bagaikan burung
yang saat ini sedang menembus angin
Membawa sebuah impian
Untuk dapat terbang menuju dunia orang

Aku ingin bebas
Bagaikan angin yang berhembus
Dari pegunungan menuju lembah
Bersama angin laut yang berhembus saat cerah

Aku ingin melepaskan kekanganku
Aku yang selalu terkekang
Tak bisa menikmati indahnya duniaku
Yang kuciptakan dengan imajinasiku yang
bermain ketika aku hendak meninggalkan duniaku
tuk sementara waktu

Aku ingin melihat seluruh isi dunia
Tetapi, apakah mungkin aku bisa
mencapai itu...???
Sedangkan aku hanya melamun menatap bulan berbatu
yang menemaniku hingga kutinggkalkan dunia
dan aku bisa melihat isi dunia tanpa tubuh
bersama arwah

Macam-macam "Aku"

Posted in
Semua yang kulakukan
Menjadi sebuah kesalahan
Yang begitu fatal
Dan tak mungkin kesalahan itu batal

Aku yang penuh penyesalan
Penuh penderitaan
Berjalan tanpa arah yang pasti
Dan berakhir MATI

Mati aku dalam sebuah pendaman
Tanah yang hitam pekat
Sendirian
Tanpa ada kawan yang DEKAT

Dekat aku dengan resiko
tanpa sebuah kemampuan terasah
Tanpa sebuah persiapan
Menjadikan semua serba SALAH

AKU MATI, AKU DEKAT, AKU SALAH!!!
14 Maret 2011

Tulisan Hampa

Posted in
Bingung menyelimutiku
Bingung membayangiku
Bingung membawaku kedalam,
sebuah masa yang begitu suram

Tak ada tulisan
Tak ada pena
Serasa berada di dalam sebuah ruangan,
yang hampa tak berada

Hampa pikiran dan pemikiran
Terjebak di dalam sebuah kegelapan
Pekat dan sesak
Bagai tertusuk dan tertancap di atas tiang pasak

Hampa...
Sunyi...
Hampa...
Sunyi...
Hanyalah kehampaan yang membuat kesunyian
Dalam sebuah tulisan

24 Februari 2011

Perjuangan Dimulai Kembali

Posted in
Wahai jiwa yang selalu bersemayam
di dalam hati kami semua
Kami ingin kembali menyelam
Kedalam semangat dan jua
Yang selalu berkobar dengan semangatmu

Wahai jiwa yang selau berkobar
di dalam jiwa sanubari kami
Tolong bakar kembali semangat-semangat kami
yang dulu hilang tak berkabar

Wahai kau jiwa yang bersinar
Bawa kami semua kedalam sebuah anugerah
Tunjukkan yang benar itu benar
dan yang salah itu salah

Wahai jiwa yang menyelimuti kami
Perjuanganmu akan kami lanjutkan kembali
Dari generasi ke generasi
Dan dari jiwa-jiwa menjalar ke hati-hati kami

yogyakarta, 2 February 2011

SKM!!!
"JANGAN KEBUMIKAN SKM, TETAPI BUMIKAN SKM"
Always remember SKM Spirit in our heart

Catatan Awal Tahun

Posted in
Bagai sebuah buku tak bertuliskan
sekumpulan kenangan-kenangan
Putih dan bersih tanpa coretan

Bagai air yang mengalir dari arah pegunungan
Menuruni lereng-lereng yang curam
Tak tergoyahkan
Dan tak pernah geram

Bagai lukisan di atas kanvas putih
Tanpa cat warna-warni
Terkesan bersih
Dan baru

Begitulah catatan hati ini
Diawal tahun yang baru
Kutuliskan kembali kenangan yang baru
Tanpa kulupakan kenangan yang telah terpahat
di dalam hati ini...

Yogyakarta, 21 January 2011...

Entah

Posted in
Entah kapan aku buka lembaran itu kembali
Lembaran berisi kenangan-kenangan
dari mimpi buruk yang bertali
pada sebuah jiwa yang berada di dalam kesendirian

Entah kapan akan kubuka lembaran itu kembali
Lembaran bersampul merah tua
Yang hanya kubuka sesekali
Ketika aku dalam sebuah kemarahan yang bermula
pada sebuah kegagalan
dan berakhir pada kegelapan

Tetapi...
Hilang sudah buku-buku itu
Kubuang jauh-jauh dari hatiku
Tak ingin aku terus meratapi
Kesedihan yang terus menerjangku

21 January 2011

Pahatan Kesalahan

Posted in
Sebenarnya...
Untuk apa sebenarnya aku menulis
berbait-bait pahatan puisi
Yang pada akhirnya
Aku terpenjara

Lihatlah...
Pahatan-pahatan itu ada
Tetapi tak terbaca

Aku sadar...
Aku menuluis puisi
Bukan karena aku senang
Melainkan, saat itu aku...
Mencintai seseorang

Akupun sadar
Aku tak bisa memaknai puisi
Aku tak menggunakan mataku,
serta lisanku untuk menyampaikan pesan-pesanku.
Melainkan itu semua kusampaikan...
Dalam sebuah tulisan

Winter, 28 November 2010
Madr. Mu'allimin Muhammadiyah

Angan-Angan

Posted in
Ingin kukepakkan sayap-sayapku
Terbang leluasa menuju langit angkasa,
yang membuat diriku terpaku.
Melihat isi dunia yang penuh akan kisah

Ingin kukepakkan sayap-sayapku
Tuk terbang melewati langit
Bersama angin yang menerpa tubuhku
Bersama hawanya yang dingin

Tetapi...
Tubuh ini telah hancur
Tak kembali berdaya diriku ini
Ketika seluruh cita-citra dan harapanku
Hancur dan...

Lebur...
Lebur di dalam kesedihan
yang membuat keterpurukkan
Dan semuanya hanyalah akan menjadi sebuah,
angan-angan

Winter 3 December 2010
Madr. Mu'allimin Muhaammadiyah

Cahaya Di Balik Shelter

Posted in
Di balik shelter korban bencana
Datanglah sebuah kebahagiaan
Kebahagiaan bagi semua,
keluarga sang korban

Di balik shelter korban bencana
Datanglah sebuah berita bahagia
Tanpa ada rencana
Raut muka menjadi bahagia

Cahaya di balik shelter itu...
Terdapat sebuah tangis haru-biru,
para orang tua yang bersatu.
Tuk mengirimkan do'a,
menyambut jiwa yang baru

Winter,23-12-2010 at Cangkringan. When we visit Cangkringan at Training Of Nation Cadres