Follow me on Twitter RSS FEED

Ridha Ilahi

Posted in
Lihatlah langit yang biru bersih
YAng menandakan bersihnya cuaca
Bagaikan hati yang bersih
Dari segala beban hati yang ada

Lihatlah sang rembulan
Yang selalu menyinari
Setiap malam dan hanya sendiri
Bagaikan sebuah harapan
Yang telah kita nantikan

Maknai hidup ini
Dengan sepenuh hati
Dengan hati yang tulus
Dan dengan hati yang ikhlas

Jalani hidup ini
Dengan segala kemampua yang kau miliki
Jalani hidup ini
Dengan mengaharap ridha sang ilahi

Asrama Umar bin Khattab
12 February 2010

Jalan Perjuangan

Posted in
Dalam sebuah kisah
Diceritakan ada seorang anak
Bersama ayahnya
Memungut sampah
Di pinggiran jalan

Lalu lewatlah seorang pejabat
Seraya sang anak bertanya
"Pa, aku ingin seperti orang yang berdasi itu"
"Tidak usah nak." Jawab sang ayah
"nanti kamu hanya akan lapar uang." Jawabnya lagi

Sesaat kemudian
Lewatlah seorang kantoran
Seraya sang anak bertanya
"Pa, aku ingin menjadi orang kantoran"
Tanya anak itu lagi.
"Tidak usah nak." Jawab ayahnya
"Nanti kamu hanya akan haus jabatan."

Sang anakpun bertanya kembali.
"Jadi, saya harus menjadi apa?"
Sang ayahpun berkata.
"Jadilah pemimpin sejati."
"Yang taat akan agama,
Dan memiliki akhlak serta moral
Yang terpuji."
Dan akhirnya, ayah dan anak itupun pergi bersama
Meninggalkan keramaian manusia-manusia.

Waktu terus berlalu...
Menjadi sebuah masa lalu yang melewatiku
Akupun teringat akan janjiku
Dan akan kuucapkan kembali

Aku sebagai pemuda
Untuk bangsa
Dan negara

Aku sebagai pemimpin
Yang semua bermula dari awal
Penuh kegagalan
Dan penuh rintangan

Dalam segala perjuanganku
Kutetes kan satu per satu keringat dari tubuhku
Demi bangsaku
Dan demi negeriku

Wahai engkau para pemimpin
Kami telah percayakan ini semua kepadamu
Embanlah seluruh tanggung jawabmu
Yang berada di atas pundakmu

Wahai engkau para pemimpin
Kami percayakan ini semua
Padamu...
Wahai pemimpinku

NOTE: Puisi ini adalah pengembangan dari puisi berjudul "Pertanyaan Seorang Anak Pada Ibunya" dan saat itu akan ditampilkan untuk pensi. Akan tetapi tidak jadi ..

Larut Malam Sebuah Truk (Cipt.Taufiq Ismail)

Sebuah Lasykar truk
Masuk kota Salatiga
Mereka menyanyikan lagu
'Sudah Bebas Negeri Kita'

Di jalan Tuntang seorang anak kecil
Empat tahun terjaga :
'Ibu, akan pulangkah Bapa,
dan membawakan pestol buat saya ?'

1963

Taufiq Ismail
Puisi - Puisi Awal (1953 - 1960)
source:
http://taufiqismail.com/sajak-ladang-jagung/buku-pertama/103-1946-larut-malam-suara-sebuah-truk